Senin, 30 Juli 2012

FENOMENA BB DI INDONESIA

 FENOMENA BB DI INDONESIA



Fenomena Blackberry memang masih sangat dirasakan di Indonesia. Banyak pengguna Blackberry di Indonesia yang sudah menganggap Blackberry sebagai sebuah kebutuhan. Pasalnya, untuk saat ini Blackberry adalah gadget termurah untuk berkomunikasi jarak jauh di Indonesia.
Lalu apa yang membedakan Blackberry dengan handphone lainnya? Gadget yang satu ini memiliki fasilitas Blackberry Messenger (BBM) yang telah menggantikan posisi Short Messege Services (SMS) pada handphone biasa dan BBM ini hanya bisa diakses oleh handphone Blackberry saja.  Selain daripada itu Blackberry tidak berbeda dengan handphone lainnya.
Nah, di Indonesia, BBM jauh lebih murah daripada SMS. Hal inilah yang membuat demam Blackberry di Indonesia. Berikut beberapa alasan yang saya alami mengapa orang-orang di Indonesia berpindah ke Blackberry:
  1. Karena BBM lebih murah dan cepat dari SMS. Selain itu BBM dapat mengirim pula gambar-gambar dan foto-foto dengan cepat.
  2. Karena orangtua membelikannya sebab sekeluarga menggunakan Blackberry (Mungkin dimaksudkan agar mereka sekeluarga dapat lebih sering berkomunikasi dengan murah)
  3. Karena pengguna Blackberry tidak lagi menggunakan fasilitas SMS, maka kerabat yang tidak menggunakan Blackberry mengalami kesulitan untuk menghubungi para pengguna Blackberry. Maka merekapun ikut berpindah ke Blackberry demi bisa tetap berkomunikasi. (Jujur saya juga sempat sering mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pengguna Blackberry)
Dari sini terlihat bahwa ke-ekslusifan pengguna Blackberry dapat mempengaruhi orang lain untuk ikut menjadi pengguna Blackberry. Kasarnya jika anda ingin tetap dapat berkomunikasi dengan pengguna Blackberry, anda juga harus memiliki Blackberry. Lalu apakah hal ini yang menyebabkan Blackberry dianggap menjadi suatu kebutuhan masa kini oleh para penggunanya? Ataukah hanya semacam trend saja?
Banyak kontroversi dan kritik yang muncul menanggapi fenomena ini. Saya menemukan gambar-gambar yang cukup menggelitik mengenai fenomena ini.


Gambar-gambar di atas menunjukkan betapa benda kecil tersebut dapat mengubah pola hidup dan keseharian dari orang banyak. Yang sering terlihat adalah gaya berjalan, duduk, menonton, dan bahkan mengobrol dengan teman berubah semenjak adanya benda ini (semuanya dilakukan sembari memegang dan menatap layar Blackberry).
Hal menarik lain adalah ketika pesawat mendarat di bandara. Para penumpang di dalam pesawat langsung buru-buru menyalakan Blackberry mereka seperti tidak ingin ketinggalan informasi sedikitpun. Padahal pesawat belum berhenti sempurna. Orang-orang seperti kecanduan terhadap benda ini.
Tak jarang saya juga menemui bahwa Blackberry mempengaruhi mood orang-orang di Indonesia. Hal ini disebabkan murahnya fasilitas BBM yang menggunakan koneksi internet di Indonesia mengakibatkan sibuknya jaringan di provider-provider telepon selular Indonesia. Kualitas sinyal dari provider Indonesia yang sebenarnya belum cukup baik untuk BBM menyebabkan sering terjadinya pending pada saat pengiriman pesan BBM. Hal inilah yang sering saya jumpai pada teman-teman saya yang sering marah-marah sendiri karena BBM nya pending.
Artikel ini hanyalah persepsi saya sebagai non-pengguna Blackberry. Mungkin banyak yang beranggapan lain. Bahkan mungkin saja persepsi saya berubah setelah nantinya saya menjadi pengguna Blackberry.
Jadi, apakah anda masih membutuhkan Blackberry?
 PENDAPAT PRIBADI
menurut saya fenomena penggunaan blackberry di Indonesia ini lebih menjadi sebuah trend daripada kebutuhan penggunanya. Misalnya saja suatu saat saya pernah melihat orang ingin membeli blackberry dan hal yang ditanyakan ke penjualnya adalah: apakah blackberry tersebut memiliki fasilitas kamera dan bbm. Disini terlihat kalau dia ingin memiliki blackberry karena ingin, bukan butuh. Bahkan orang tersebut tidak betul-betul mengerti fungsinya. Kelihatannya kebanyakan orang, tidak semuanya, memiliki blackberry agar ia dapat diterima di komunitasnya, dengan alasan memudahkan komunikasi antar sesama pengguna. Walaupun ada juga yang memang memaksimalkan fungsi blackberry tersebut. Jadi menurut persepsi saya, paling tidak belum semua orang Indonesia butuh blackberry.

memang blackberry sekarang ini sudah seperti gagdet yang hampir semua orang miliki. dan banyak alasan orang yang memiliki blackberry dikarenakan lingkungan sekitar yang memakai blackberry untuk berkomunikasi. bahkan orang yang sangat menghindari ‘mainstream’ pun dapat ikut-ikutan memakai blackberry sebagai gadgetnya demi memudahkan berkomunikasi dengan rekan kerjanya. dan hal ini sudah terbukti dari pengalaman teman saya. saya bukan pengguna blackberry, namun sering kali teman-teman lama menghubungi saya hanya untuk meminta pin blackberry meskipun mereka tidak tahu gadget apa yang saya pakai untuk berkomunikasi. dari kejadian tersebut terlihat bahwa orang mempunyai pikiran bahwa hampir semua temannya memakai gadget blackberry untuk berkomunikasi. namun menurut saya tren ini suatu saat akan hilang dan digantikan dengan tren yang baru, seperti salah satunya adalah munculnya aplikasi messanger bernama ‘whatsapp’ dimana aplikasi tersebut dapat menghubungi gadget-gadget berdasarkan OS-nya, seperti Android, Symbian, dan juga Blackberry. dengan aplikasi ini komunikasi dimudahkan bukan hanya antar blackberry namun juga beberapa OS lainnya.

Tahukah Anda, Bahwa BlackBerry sudah menjadi gaya hidup untuk orang ? Beberapa kejadian yang tidak disengaja maupun tidak disadari kadang terjadi dengan orang-orang yang menggunakan BlackBerry. Meskipun tidak semua, tetapi mungkin pengguna baru BlackBerry biasanya tidak sadar akan melakukan hal tersebut.
Dari beberapa komentar teman-teman yang memang menggunakan dan juga belum menggunakan BlackBerry, banyak yang mengatakan:
  1. Antri menjadi hal menyenangkan sekarang meskipun antrian sangat panjang. BBM bisa melupakan panjangnya antrian.
  2. Waktu tidur menjadi lebih singkat, karena ketika waktunya tidur tetap ber BBM dengan teman-teman
  3. Ketika berkendara, didalam mobil Anda tidak kesal karena macet. Padahal sudah telat ke tujuan. BBM bisa mengobati kekesalan Anda.
  4. Ketika sedang ber BBM-an, senyum-senyum sendiri seperti orang gila menjadi hal yang lumrah
  5. Ketika sedang.. maaf..  buang air besar menjadi lebih mengasyikan karena membalas BBM, twitter dan email menjadi lebih tenang padahal yang ingin dibuang sudah tidak ada..:D
  6. Ketika sedang berkumpul, seharusnya akan lebih mengasyikan karena bisa bertemu dengan teman-teman. Tetapi karena semua pegang BlackBerry malah kebanyakan diamnya dibandingkan ngobrol dengan teman-teman yang semeja karena semua sibuk dengan BBM.
  7. Kepala menunduk karena asyik ber BBM-an, akhirnya tiba-tiba menabrak orang didepannya maupun pintu kaca mall dan lain-lain
  8. Waktu ngobrol atau ditanya ketika sedang berhadapan dengan orang didepannya suka di cuekin karena menyelesaikan membalas BBM. Sangat tidak sopan sebenarnya..:)
  9. Meskipun sudah ada larangan “no texting while driving” tetap BBM-an atau balas email dengan kondisi mobil berjalan. Malah pernah melihat juga orang naik motor sambil BBM-an. Tindakan yang sangat dilarang dan sangat berbahaya.
  10. Bangun pagi menjadi lebih menyenangkan karena ketika bangun pagi yang dipegang adalah BB terlebih dahulu
  11. Anak terkadang sedikit kurang mendapat perhatian karena Anda sibuk dengan BlackBerry.
  12. Suka panik karena baterai habis, berusaha mencari colokan listrik untuk charge BB supaya jangan sampai mati ketika di tempat umum
  13. Ketika hendak naik lift terkadang suka lupa tekan tombol lift. Atau ketika sudah berada dalam lift, lantai yang ingin dituju malah kebablasan karena sibuk BBM-an
  14. Dulu kalau ketinggalan handphone atau dompet biasanya menjadi masalah. Tetapi sekarang handphone maupun dompet ketinggalan bukan masalah. Tetapi BlackBerry ketinggalan bisa uring-uringan. Kalau bisa balik dulu kerumah untuk ambil BB nya.
Sebenarnya masih banyak kejadian-kejadian yang tidak disadari maupun tidak disengaja ataupun memang disengaja meskipun sudah tahu hal tersebut dilarang tetapi masih dilakukan. Memang BlackBerry sekarang ini sudah merubah gaya hidup seseorang. Karena setiap saat Anda bisa terhubung dengan teman-teman, rekan kerja maupun kolega.
Tetapi sebenarnya Anda tidak perlu sampai seperti itu dalam menggunakan BlackBerry. Sebaiknya hindari penggunaan BlackBerry ketika mengendarai kendaraan, simpan BlackBerry ketika meeting, ketika sedang berbicara lupakan BlackBerrynya sebentar. Anggap BlackBerry itu adalah handphone biasa. Apalagi sampai Anda sudah berada dirumah berkumpulah bersama keluarga lupakan BlackBerry sejenak. Taruh BlackBerry Anda, rubah profile menjadi silent. Karena apabila ada pesan masuk akan tetap masuk dan Anda bisa membacanya kemudian.
Memang BlackBerry menjadi sebuah fenomena baru bagi orang Indonesia, dimana hanya sebuah device yang dalam genggaman tetapi dapat menjauhkan orang-orang yang berada di dekat kita dan mendekatkan orang-orang yang jauh dari kita. Mudah-mudahan kedepannya setelah Anda membaca artikel ini bisa menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan BlackBerry. Jadi jangan sampai hidup kita dikendalikan oleh BlackBerry.

Follow me : @andirezzaa